Senin, 18 Maret 2013

teori ekonomi makro



BAB l
PENDAHULUAN
Sejak manusia mengenal hidup bergaul tumbuhlah suatu kajian yang harus diselesaikan bersama-sama, yakni bagaimana setiap manusia memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing? Karena kebutuhan seseorang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri. Makin luas pergaulan mereka maka bertambah kuatlah ketergantungan satu sama lain untuk memenuhi kebutuhannya. Peribahasa pada zaman yunani purbakala mengatakan bahwa manusia adalah “makhluk yang sukar bergaul” (zoon politikon). Peribahasa ini mengambarkan bagaimana eratnya pergaulan antara seorang manusia dengan manusia lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.[1]
Tugas pengendalian makro adalah juga mengusahakan agar perekonomian bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dan keadaan-keadaan yang bisa mengganggu keseimbangan umum tadi. Pengelolaan yang lebih khusus atas masing-masing sektor perekonomian bukan bagian dan tugas pengendalian makro, meskipun menjaga keseimbangan antara masing-masing sektor termasuk di dalam tugas tersebut.[2]
Teori ekonomi dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu mikroekonomi dan makroekonomi. Mikroekonomi merupakan teori ekonomi yang berhubungan dengan bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan cara mereka berinteraksi dengan pasar meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, seperti kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. Selain itu, mikroekonomi menitikberatkan analisisnya untuk mewujudkan efisiensi dalam penggunaan resource yang ada dan mencapai kepuasan yang maksimum. Makroekonomi mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan seperti tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan keseluruhan pengusaha atau perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. Titik berat analisa makroekonomi terletak pada bagaimana segi permintaan dan penawaran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian, masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian dan peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Teori Ekonomi Makro adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari peristiwa atau masalah-masalah ekonomi secara keseluruhan atau secara agregatif.
Ilmu ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan. Tujuan ilmu ekonomi makro adalah untuk memahami peristiwa ekonomi dan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi. Hubungan yang dipelajari pada ilmu ekonomi makro adalah hubungan variabel keseluruhan. Variabel-variabel itu diantaranya: tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional, tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar, tingkat bunga, kesempatan bekerja, neraca pembayaran, dan lain- lain.[3]
Kajian utama dalam perekonomian:
ü  Pertumbuhan ekonomi
ü  Ketidakstabilan kegiatan ekonomi
ü  Pengangguran
ü  Kenaikan harga (inflasi)
ü  Neraca perdagangan dan neraca pembayaran
B.     Teori Keynes Dan Adam Smith; Lahirnya Ekonomi Makro
1.      Ibnu Khaldun (1332-1046 / 732-808 H).
Kajian ekonomi ini juga dibicarakan oleh filosof islam, Ibnu Khaldun dalam bukunya Muqaddamah,bagian V, “motif ekonomi timbul karena hasrat manusia yang tidak terbatas, sedangkan barang yang memuaskan kebutuhannya itu sangat terbatas.[4] Oleh karena itu pemecah soal ekonomi haruslah dipandang dari dua sudut yaitu sudut tenaga dan penggunaannya.
Adapun sudut tenaga dapat dibagi menjadi:
a.       Tenaga untuk mengerjakan barang-barang (objek) untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subjek) dinamakan ma’asy (penghidupan).
b.      Tenaga untuk mengerjakan barang-barang untuk memenuhi kebutuhan orang banyak, dinamakan tamawwul (perusahaan).
Adapun dari jurusan kegunaannya dapat dibagi menjadi:
a.       Kegunaan barang-barang yang dihasilkan itu hanyalah untuk kepentingan sendiri, hal ini dinamakan rezeki.
b.      Kegunaannya untuk kepentingan orang banyak, sedangkan kepentingan orang yang mengerjakan bukanlah menjadi tujuan.[5]
Pembagian ini ternyata digunakan dalam kalimah-kalimah yang dipakai oleh Allah. Dalam surat Hud ayat 6, memakai perkataan rezeki bagi segala makhluk melata di bumi. Dalam ayat lain, Allah mewajibkan untuk mencari rezeki.
2.      Adam Smith (1723-1790 M).
Perkembangan ilmu ekonomi dimulai pada saat Adam Smith (1723-1790) menerbitkan bukunya yang berjudul “An Inquiri into the Nature and Causes of the wealth of Nations” yang kemudian dikenal dengan “Wealth of Nations” (1776).
Adam Smith menyatakan bahwa seperti alam semesta yang berjalan serba teratur, sistem ekonomi pun akan mampu memulihkan dirinya sendiri (self adjustment), kerena ada kekuatan pengatur yang disebut sebagai tangan-tangan tak terlihat (invisible hands). Dalam bahasa sederhana tangan gaib itu adalah mekanisme pasar, yaitu mekanisme alokasi sumber daya ekonomi berlandaskan interaksi kekuatan permintaan dan penawaran, ia sangat percaya bahwa mekanisme pasar akan menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian.
Kepercayaan terhadap kemampuan mekanisme pasar semakin menguat ketika seorang ekonom perancis Jean Baptiste Say (1767-1832) mematangkan pemikiran Smith dengan pendapatnya yang dikenal dengan hokum say (say’s law) “…suply creates it’s own demand…” dalam bukunya: A Treatise on Political Economy (1803). Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa barang dan jasa yang diproduksi pasti terserap oleh permintaan sampai tercapai keseimbangan pasar.

3.      Jonh Maynard Keynes dan Umer chapra (1929-1933).
Sebelum terjadinya kelesuan perekonomian dunia pada tahun 1929-1933 yang dikenal sebagai Depresi Besar (Great Depression), ilmu ekonomi tidak mengenal dikotomi mikro-makro. Namun Depresi Besar (Great Depression) membuyarkan keyakinan hipotesis ekonomi klasik, karena Depresi Besar terjadi dalam waktu yang lama dan menimbulkan masalah-masalah besar.
Jonh Maynard Keynes, melontarkan pendapat untuk memperbaiki keadaan melalui bukunya The Genera! Theory of Employment, Interest and Money. Keynes menyanpaikan dua hal pokok, yang pertama adalah kritik ilmiah terhadap kebenaran hipotesis klasik tentang keampuhan mekanisme pasar yang dipercayai sejak zaman Adam Smith. Menurutnya kelemahan teori klasik adalah lemahnya asumsi tentang pasar yang dianggap terlalu idealis dan terlalu ditekankannya masalah ekonomi pada sisi penawaran. Pokok pikirannya yang kedua berupa usulan pemulihan dengan memesukan  peranan pemerintah dalam perekonomian dalam rangka menstimulir sisi permintaan.
C.    Kajian Ilmu Ekonomi Makro.
1.      Inflasi
            Inflasi adalah kenaikan harga yang bersifat umum dan terus-menerus. Kenaikan harga baru dikatakan inflasi jika terjadi secara umum dan bersifat terus-menerus. Inflasi menjadi fokus utama analisis ekonomi makro karena gajala inflasi menunjukan inefisiensi perekonomian secara keseluruhan.
2.      Pertumbuhan Ekonomi
            Ekonomi yang bertumbuh adalah ekonomi yang titik keseimbangan antara permintaan agregat (jumlah permintaan total terhadap barang dan jasa dalam suatu perekonomian selama periode tertentu) dan penawaran agregatnya (jumlah produksi total barang dan jasa dalam suatu perekonomian selama periode tertentu) makin baik dibanding peroide sebelumnya.
3.      Pengangguran
            Yang dimaksud dengan pengangguran adalah angkatan kerja (orang yang mencari kerja) tetapi tidak mendapat pekerjaan (seperti yang diinginkan).
4.      Interaksi Dengan Perekonomian Dunia
            Kerja sama dalam ekonomi internasional, terutama perdagangan antarnegara dilakukan karena satu negara tidak dapat berdiri sendiri dalam upaya mensejahterakan rakyatnya. Secara ekonomis, keuntungan atau kerugian sebagai dampak kerja internasional terdeteksi melalui analisis neraca pembayaran dan atau nilai tukar mata uang.oleh karena itu ilmu ekonomi internasional berkembang pesat.


5.      Siklus Ekonomi
            Siklus ekonomi mendapatkan perhatian yang penting dalam teori ekonomi makro, karena dampak-dampak yang ditimbulkannya. Misalnya resesi ekonomi yang berkepanjangan akan menjerumus perekonomian ke keadaan depresi. Sebaliknya akspansi yang berkepanjangan juga akan menyulut inflasi, kemandekan ekonomi dan akhirnya juga resesi. Upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi siklus ekonomi disebut kebijakan antisiklus[6].
D.    Kebijakan Pemerintah.
Peran atau kebijakan pemerintah dalam ekonomi makro dapat berupa kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan moneter ialah kebijakan yang mengarahkan ekonomi makro kekondisi yang lebih baik dengan cara mengubah-ubah jumlah peredaran uang di masyarakat. Sedangkan kebijakan fiskal ialah kebijakan yang mengarahkan ekonomi makro kekondisi yang lebih baik dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran.
Prinsip Islam tentang kebijakan fiskal dan anggaran belanja bertujuan untuk mengembangkan suatu masyarakat yang didasarkan atas distribusi kekayaan berimbang dengan menempatkan nilai-nilai material dan spiritual pada tingkat yang sama.
Tujuan pokok agama Islam adalah untuk mencapai kesejahteraan umat manusia. Kesejahteraan umat manusia ini dapat dicapai bila seluruh sistem hukum dan ekonomi tidak membicarakan kebijakan fiskal saja, dan hal ini sesuai dengan Sifat-Sifat Ilahi: Maha Pemberi Rezeki, Maha Pemurah, dan Maha Pengasih. Sehingga, kegiatan-kegiatan yang menambah pengeluaran dan menarik penghasilan negara harus digunakan untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial tertentu dalam kerangka umum hukum Islam seperti yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.[7]
Pendapatan utama bagi negara di masa Rasulullah SAW adalah zakat dan ushr. Keduanya berbeda dengan pajak dan tidak diperlakukan seperti pajak. Seperti tercantum dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60.
* $yJ¯RÎ) àM»s%y¢Á9$# Ïä!#ts)àÿù=Ï9 ÈûüÅ3»|¡yJø9$#ur tû,Î#ÏJ»yèø9$#ur $pköŽn=tæ Ïpxÿ©9xsßJø9$#ur öNåkæ5qè=è% Îûur É>$s%Ìh9$# tûüÏB̍»tóø9$#ur Îûur È@Î6y «!$# Èûøó$#ur È@Î6¡¡9$# ( ZpŸÒƒÌsù šÆÏiB «!$# 3 ª!$#ur íOŠÎ=tæ ÒOÅ6ym ÇÏÉÈ
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”
Kebijakan fiskal pada umumnya memiliki kebijakan yang sama dengan kebijakan moneter, perbedaannya terletak pada instrumen dari kebijakannya. Jika pada kebijakan moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar, sedangkan pada kebijakan fiskal pemerintah tidak lagi mengendalikan jumlah uang akan tetapi pemerintah beralih untuk mengendalikan penerimaan dan pengeluaran.

BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Teori ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara keseluruhan/agregat, Variabel yang dikaji di dalam ekonomi makro antara lain : pandapatan nasional, kesempatan kerja atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Teori ekonomi makro sering disebut dengan Employment Theory (teori kesempatan kerja), atau National Income Analysis (analisis pendapatan nasional).
Sedangkan di dalam ekonomi mikro mempelajari variabel ekonomi dalam lingkup kecil seperti: perusahaan, rumah tangga.
Permasalahan dalam teori ekonomi makro meliputi :
Ø  Inflasi
Ø   Pertumbuhan Ekonomi
Ø  Pengangguran
Ø  Interaksi Dengan Perekonomian Dunia
Ø  Siklus Ekonomi
Menurut Ibnu Khaldun motif ekonomi timbul karena hasrat manusia yang tidak terbatas, sedangkan barang yang memuaskan sangat terbatas. Adam smith menyatakan ekonomi ibarat alam yang berjalan serba teratur, dan akan mampu memulihkan dirinya sendiri karena adanya kekuatan pengatur tangan-tangan yang tidak terlihat yakni mekanisme alokasi sumber daya berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran. Menurutnya kelemahan teori klasik adalah lemahnya asumsi tentang pasar yang dianggap terlalu idealis dan terlalu ditekankannya masalah ekonomi pada sisi penawaran. Menurutnya J.M Keynes kelemahan teori klasik adalah lemahnya asumsi tentang pasar yang dianggap terlalu idealis dan terlalu ditekankannya masalah ekonomi pada sisi penawaran.
Didalam ekonomi makro pemerintah memiliki peran yaitu berupa kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiskal ialah kebijakan pemerintah dengan mengubah penerimaan dan pengeluaran,sedangkan kebijakan moneter ialah kebijakan yang ditempuh pemerintah dengan cara mengubah jumlah peredaran uang.

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Zakiy Al-Kaaf, Ekonomi Dalam Perspektif Islam, (Bandung:CV Pustaka Setia, 2002),
Mandala Manurung, Teori Ekonomi Makro, (Jakarta: Pratama Raharja, 2005).
http://bayu96ekonomos.wordpress.com, pengantar-Teori-Ekonomi-Makro,diakses tgl: 15-3-2011, 20.35pm
http://id.shvoong.com/social-sciences/economics, pengantar-teori-makro-ekonomi, diakses tgl: 15-3-2011, 20.39pm
http://WordPress.com/FreshyJide, kebijakan-fiskal-ekonomi-makro-islam,diakses tgl:
1-3-2011, 19.45pm



[1] Abdullah Zakiy Al-Kaaf, Ekonomi Dalam Perspektif Islam, (Bandung:CV Pustaka Setia, 2002), hal.11.
[2] http://bayu96ekonomos.wordpress.com, pemgantar-Teori-Ekonomi-Makro, diakses tgl: 15-3-2011, 20.35pm
[3] http://id.shvoong.com/social-sciences/economics, pengantar-teori-makro-ekonomi, diakses tgl: 15-3-2011, 20.39pm
[4]  Abdullah Zakiy Al-Kaaf, Ekonomi Dalam Perspektif Islam, (Bandung:CV Pustaka Setia, 2002), hal. 209.
[5] Abdullah Zakiy Al-Kaaf, Ekonomi Dalam Perspektif Islam, (Bandung:CV Pustaka Setia, 2002), hal.209-210.
[6] Mandala Manurung, Teori Ekonomi Makro, (Jakarta: Pratama Raharja, 2005), hal.4-6.
[7] http://WordPress.com/FreshyJide, kebijakan-fiskal-ekonomi-makro-islam, diakses tgl: 1-3-2011, 19.45pm

2 komentar:

  1. terimakasi infonya gan, berguna banget.. kunjungi balik ya http://ilmubisnisekonomi.blogspot.com salam kenal .

    BalasHapus